Obat Antipsikosis Fenotiazin

FENOTIAZIN


               Obat antipsikosis juga dikenal sebagai `neuroleptik` dan secara salah diartikan sebagai trankuiliser mayor. Obat antipsikosis pada umumnya membuat tenang tanpa mempengaruhi kesadaran dan tanpa menyebabkan efek kegembiraan paradoksikal (paradoxical excitement) namun tidak dapat dianggap hanya sebagai trankuiliser saja. Untuk kondisi seperti skizofrenia, efek penenangnya merupakan hal penting nomor dua.
              Pada penggunaan jangka pendek, digunakan untuk menenangkan pasien yang mengganggu apapun psikopatologi yang mendasarinya, bisa karena skizofrenia, kerusakan otak, mania, delirium toksik, atau depresi teragitasi. Obat antipsikotik digunakan untuk meredakan ansietas berat tetapi ini juga hanya untuk penggunaan jangka pendek. Hanya ada sedikit informasi tentang khasiat dan keamanan obat–obat antipsikotik pada anak–anak dan remaja, dan kebanyakan informasi yang tersedia merupakan ekstrapolasi data orang dewasa. Tidak mungkin membuat rekomendasi pengobatan untuk mengatasi gangguan psikosis, sindrom Gilles de Tourette dan autisme. Pengobatan pada kondisi seperti itu harus dilakukan hanya oleh dokter spesialis yang tepat.

MEKANISME OBAT
Obat antipsikotik bekerja dengan menginterferensi transmisi dopaminergik pada otak dengan menghambat reseptor dopamin D2, yang dapat meningkatkan efek ekstrapiramidal seperti dijelaskan di bawah, serta efek hiperprolaktinemia. Obat antipsikosis dapat mempengaruhi reseptor kolinergik, alfa adrenergik, histaminergik, serta serotonergik. Pemilihan obat dipengaruhi oleh potensi efek samping dan sering dipandu berdasarkan kondisi perseorangan misalnya efek psikologis dari potensi penambahan berat badan. Obat yang sering digunakan pada anak adalah haloperidol, risperidon dan olanzapin.




KLASIFIKASI ANTIPSIKOSIS
Derivat fenotiazin dapat dibagi menjadi 3 kelompok besar.
Kelompok 1: klorpromazin, levopromazin (metotrimeprazin), dan promazin, secara umum ditandai dengan efek sedatif yang kuat, dan efek samping antimuskarinik sedang serta efek samping ekstrapiramidal.
Kelompok 2: perisiazin dan pipotiazin, secara umum ditandai dengan sifat sedatif yang sedang, tetapi efek samping efek esktrapiramidal yang lebih kecil dibanding kelompok 1 dan 3.
Kelompok 3: flufenazin, perfenazin, proklorperazin, dan trifluoperazin, ditandai secara umum oleh efek sedatif yang lebih sedikit, efek antimuskarinik yang kecil, tetapi efek ekstrapiramidal yang lebih besar dibanding kelompok 1 dan 2.

Sumber : BPOM. 2015. Pusat Informasi Obat Nasional. (http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-4-sistem-saraf-pusat/46-mual-dan-vertigo/fenotiazin-dan-obat-sejenis, diakses 18 Oktober 2017).


Pertanyaan :
1.    Apakah obat sejenis fenotiazin dapat dijual secara bebas ?
2.    Apa saja contoh merek dagang dari obat fenotiazin ?
3.    Apakah obat antipsikosis aman dikonsumsi jangka panjang ? 
4. Interaksi obat apa saja yang dapat terjadi dengan obat fenotiazin ?
5. Bagaimana hubungan metabolisme fenotiazin dengan bioavaibilitasnya ?

Komentar

  1. saya akan mncoba mnjwab pertanyaan nmr 2 yg saya ketahui nama dagang Seperti senyawa komersial yang signifikan, fenotiazin memiliki nama dagang banyak termasuk AFITiazin, Agrazine, Antiverm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan menambahkan, merek dagang lain dr fenotiazin adalah torazin, sparin dan mellaril

      Hapus
  2. Salah satunya dipasaran Fonazin, multergan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ingin mnambahkan trunan fenotiazin yg dijual dipasaran yaitu klorpromazin yg saya bahas diblog saya jg

      Hapus
    2. Saya ingin mnambahkan trunan fenotiazin yg dijual dipasaran yaitu klorpromazin yg saya bahas diblog saya jg

      Hapus
    3. yang pernah saya jumpai yaitu Phenergan, Histantil, Rhinatiol.

      Hapus
  3. utk nmr 3 sepertinya didiskusikan dahulu ke dokter krn obat trsebut mmpengaruhi sistem syaraf

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya saya setuju dengan pendapat ana, dimana dr kerja obtanya yang mempengaruhi kesdaran dan tanpa meyebabkan kegembiraan.

      Hapus
  4. 3. tidak, karena dapat menimbulkan keergantungan dan berdampak pada kerusakan saraf

    BalasHapus
  5. 4. Kombinasi dengan epinefrin akan dapat menimbulkan hipotensi. Kombinasi dengan antiaritmia, cisaprid, pimosid, sparfloksacin dan obatobat yang memperpanjang interval QT akan dapat meningkatkan resiko aritmia.

    BalasHapus
  6. Terkait pertanyaan nomor 2, saya akan menambahkan.
    Prometazin: (Phenergan (R.P.)
    Tiazinamium (Multergan, R.P.)
    Oksomemazin (Doxergan, R.P.)
    Alimemazin (Nedeltran®)
    Fonazin (Dimetiotiazin)
    Mequitazin (Mircol, ACP)
    Meltidazin (Ticaryl, M.J.)

    BalasHapus
  7. 2. Contoh merek dagang dari fenotiazin seperti : torazin , sparin dan stelazin

    BalasHapus
  8. Untuk metabolisme fenotiazin sendiri melalui first pass metabolism, sehingga bioavaibilitasnya dapat bervariasi, namun bila obat cepat di metabolisme makan bioavaibilitasnya akan berkurang sehingga efek terapi lama tercapai

    BalasHapus
  9. no 3tidak, karena dapat menimbulkan keergantungan

    BalasHapus
  10. Saya akan menjawab pertanyaab no. 1
    Golongan fenotiazin pada antihistamin tergolong obat bebas terbatas jadi bisa di tebus tanpa resepdokter
    Namun jika fenotiazin yg dimaksud merupakan golongan obat psikotik maka harus menggunakan resep dokter

    BalasHapus
  11. jawaban no 2
    torazin , sparin dan stelazin,AFITiazin, Agrazine, Antiverm

    BalasHapus
  12. pertanyaan no 2
    Prometazin: (Phenergan (R.P.)
    Tiazinamium (Multergan, R.P.)
    Oksomemazin (Doxergan, R.P.)
    Alimemazin (Nedeltran®)
    Fonazin (Dimetiotiazin)
    Mequitazin (Mircol, ACP)
    Meltidazin (Ticaryl, M.J.)

    BalasHapus
  13. 2. flufenazin, perfenazin, proklorperazin, dan trifluoperazin

    BalasHapus

  14. menurut saya jika kita mengalami masalah atau penyakit yang membutuhkan obat antihistamin sebaiknya konsultasi kepada dokter agar obat tersebut sesuai dengan penyakit yang kita alami sehingga memberikan efek terapi yang tepat dan sesuai. walaupun obat antihistamin termasuk obat bebas yang pembeliannya tidak harus menggunakan resep dokter tetapi kita bisa menanyakan bagaimana kerja obat ini setelah dikonsumsi dan apa efek nya seperti itu...

    BalasHapus
  15. saya akan menjawab pertanyaan no 1, obat fenotiazin merupakan obat psikotropik jadi harus di beli dengan membawa resep dokter

    BalasHapus
  16. untuk nomer 5, fenotiazin di metabolisme dihati dengan bantuan enzim sitokrom p450 oksidase dan di ekskresikan lewat urin.. dan setelah mengalami metabolisme lintas pertama dihati, maka bioavailibilasnyapun akan menurun..

    BalasHapus
  17. saya menjawab pertanyaan no. 2. contoh merk dagang fenotiazin: Phenergan, Histantil, Rhinatiol, Cepezet , Meprosetil , Promactil , Largactil.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin

Oxamniquine