Analgetika

                                                                       ANALGETIKA

Analgetika merupakan suatu senyawa atau obat yang dipergunakan untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri yang diakibatkan oleh berbagai rangsangan pada tubuh misalnya rangsangan mekanis, kimiawi dan fisika sehingga menimbulkan kerusakan pada jaringan yang memicu pelepasan mediator nyeri seperti bradikinin dan prostaglandin yang akhirnya mengaktivasi reseptor nyeri di saraf perifer dan diteruskan ke otak secara umum dapat dibagi menjadi dua glongan, yaitu analgetika non narkotik dan narkotik.
Untuk mengurangi atau meredakan rasa sakit atau nyeri tersebut maka banyak digunakan obat-obat analgetik (seperti parasetamol, asam mefenamat dan antalgin) yang bekerja dengan memblokir  pelepasan mediator nyeri sehingga reseptor nyeri tidak menerima rangsang nyeri (Ian, 1976).
Mediator nyeri penting adalah amin histamine yang bertanggung jawab untuk kebanyakan reaksi alergi (bronchokonstriksi, pengembangan mukosa, pruritus) dan nyeri. Bradikinin adalah polipeptida (rangkaian asam amino)yang dibentuk dari protein plasma.Prostaglandin mirip strukturnya dengan asam lemak dan terbentuk dari asam arachidonat.Menurut perkiraan zat-zat ini meningkatkan kepekaan ujung-saraf sensoris bagi rangsangan nyeri yang diakibatkan oleh mediator lainnya. Zat-zat ini berkhasiat vasodilatasi kuat dan meningkatkan permeabilitas kapiler yang mengakibatkan radang dan udema (Collins, 2000).
Contoh obat analgetik yaitu antalgin. Mekanisme kerja antalgin sama dengan obat-obat AINS lainnya. Antalgin merupakan derivat metasulfonat dari amidopirin. Amidopirin bekerja di sistem syaraf pusat dengan mempengaruhi hipotalamus untuk menurunkan sensitifitas reseptor nyeri dan termostat yang mengatur suhu tubuh.



Obat ini menurunkan sintesis prostaglandin D dan E sehingga menghasilkan efek analgesik (mengurangi rasa sakit), antipiretik (menurunkan demam) dan antiinflamasi (mengurangi peradangan). Prostaglandin merupakan mediator pembawa pesan proses peradangan di sistem syaraf pusat. Pembentukan prostaglandin diturunkan dengan cara menghambat enzim cyclooxygenase yang berperan memacu pembentukan prostaglandin, asam arakidonat dan trmboksan.

Sumber

-          Collins, S.L, et.al. 2000. Antidepressants and  Anticonvulsants. PharmWkbl.

-          Ian Tanu. 1976. Farmakologi dan Terapi Edisi Kelima. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Pertanyaan :
1. Apakah perbedaan antara Analagetik dan Anastesi ?
2. Efek samping apa yang dapat ditimbulkan oleh obat analgetika ?
3. Apakah aman mengkonsumsi obat analgetika kombinasi dengan obat lainnya ?



Komentar

  1. Salah satu obat analgetik gol NSAID dpt menimbulkan efek samping terhadap lambung

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya akan menambahkan jawaban sindy mnrt saya efek smping lainnya bs mual muntah kantuk

      Hapus
    2. efek lain dari analgetika adalah ruam, pendarahan lambung

      Hapus
  2. analgetik mnrt saya utk mengurangi rasa sakit

    sedangkan anestesi utk mengurangi rasa sakit juga tetapi ada yg secara lokal dan keseluruhan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan menambahkan jawaban dari ana.
      Perbedaan yang mendasar antara obat analgetik dan anestesi terletak pada persepsi sensorik. Pada obat analgetik, persepsi sensori seperti rabaan, tekanan dan suhu masih terasa. Sedangkan anestesi menghilangkan sensor tersebut dalam arti mati rasa sementara.

      Hapus
  3. aman tidaknya suatu obat trgantung dr fisik masing2 tetapi jika ingin mngkombinasi tentunya tdk bole yg berinteraksi satu sama lain

    BalasHapus
  4. Saya akan memberikan pendapat pada pertanyaan no 3 tentang kombinasi analgetik dengan obat lainnya,secara umum analgetik dapat dikombinasikan dengan obat lainnya dan kombinasi analgetik dengan obat yang lainya pun saat ini sering dilakukan tetapi yang perlu diperhatikan adalah interaksi spesifik terhadap obat analgetik tersebut dengan obat lainnya karena tidak semua analgetik dapat dikombinasikan dengan obat lain, jadi menurut saya analgetik dapat dikombinasikan dengan obat yang lain namun tergantung pada zat aktif yang terkandung dan interaksinya dengan obat lain

    BalasHapus
  5. 2. Contohnya aspirin
    Efek samping aspirin : Gatal-gatal, gangguan pernafasan, terjadi pembengkakan (pada wajah, lidah, bibir, dan tenggorokan), mengalami sakit perut seperti mulas, mengantuk, sakit kepala ringan.

    BalasHapus
  6. Saya ingin menjawab pertanyaan nomor 1, yaitu Obat-obatan yang memiliki fungsi untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit atau nyeri tanpa diikuti hilangnya persepsi sensorik disebut dengan obat analgesik. Pengertian analgesik secara singkat bisa disebut juga antinyeri. Obat lain yang juga berperan untuk menghilangkan nyeri adalah obat-obat jenis Anestetik (obat Anestesi). Perbedaan antara Analgesik dengan obat Anestetik adalah pada persepsi sensorik.

    Pada obat Analgesik, persepsi sensori seperti rabaan, tekanan dan suhu masih terasa. Berbeda dengan Anestetik yang menghilangkan sensor tersebut dalam arti mati rasa sementara. Namun obat Anestetik ada 2 jenis yaitu Anestetik umum dan Anestetik lokal. Anestetik umum dapat menghilangkan kesadaran namun Anestetik lokal tidak.

    BalasHapus

  7. secara singkat, Perbedaan analgesik dan anestesi:
    Anestesia adalah obat yang dapat menimbulkan anestesia atau depresi di SSP yang bersifat reversibel dimana seluruh perasaan dan kesadaran ditiadakan sehingga mirip pingsan. Sedangkan analgetika adalah obat yang digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri tanpa menhilangkan kesadaran

    BalasHapus
  8. efek samping analgetik yaitu
    1. Efek samping yang ringan yaitu mengantuk
    2. Iritasi lambung, khususnya untuk golongan Para-Amino-Salisilat (Asetosal & Asam Salisilat)
    3. Penurunan daya reflek pada syaraf, jika pemakaian jangka lama
    4. Efek ketergantungan terjadi hanya pada Analgesik Narkotik (co: Morphin)
    5. Kerusakan hati dapat terjadi pada Paracetamol jika digunakan dalam jangka lama
    6. Kerusakan ginjal dapat terjadi jika pemakaian Analgesik dalam jangka lama & terus menerus
    7. Kerusakan dapat terjadi pada reseptor penerima analgesik jika pemakaian berlebihan

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan kak rizka. efek samping yang sering terjadi pada analgetik ini yaitu pendarahan dilambung. sebaiknya dihindari pada pasien penyakit lambung

      Hapus
  9. hai kaka, saya akan menjawab no. 1, dimana analgetik lebih memberikan efek anti nyeri sedangkan anestesi lebih kepada memberikan efek kehilangan kesadaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan menambahkan nya Perbedaan antara Analgesik dengan obat Anestetik adalah pada persepsi sensorik.

      Pada obat Analgesik, persepsi sensori seperti rabaan, tekanan dan suhu masih terasa. Berbeda dengan Anestetik yang menghilangkan sensor tersebut dalam arti mati rasa sementara.

      Hapus
  10. Salah satu obat analgetik non narkotik golongan NSAID adalah asam mefenamat, beberapa efek samping yang umum terjadi saat mengonsumsi obat ini adalah:
    nyeri ulu hati, gangguan pencernaan, tidak nafsu makan, mual dan muntah.

    BalasHapus

Posting Komentar